NOFX : Semangat Pemberontakan Yang Tidak Pernah Padam

NOFX adalah band punk rock dari San Francisco, California yang dibentuk pada tahun 1983. Sekitar waktu ini, gitaris Eric Melvin dan gitaris/penyanyi Fat Mike membentuk sebuah band bernama NO-FX. Drummer Erik Sandin bergabung dengan band segera setelah itu, dan hingga hari ini nama band telah berubah menjadi NOFX. Kedatangan El Jefe sebagai gitaris dan pemain terompet pada tahun 1991 membuat nama band independen ini meningkat. Banyak yang mencoba mendefinisikan jenis musik apa yang dibawakan oleh band ini, ada yang menyebutnya melodic punk, base tune, hardcore punk, dll. Tapi apapun definisinya, semangat keempat orang ini adalah semangat protes dan pemberontakan.

Kepiawaian bermusik seluruh staf dan suara keempat orang ini, terutama Fat Mike, El Hefe dan Eric Melvin, membuat grup ini tidak hanya menampilkan musik yang dinamis, tetapi juga harmoni yang jarang ditemukan di band-band punk lainnya. . Tetapi karena semangat pembangkang dan pemberontak yang mereka tunjukkan begitu nyata dalam kata-kata mereka, baik merek besar maupun label rekaman tidak dapat menerima kehadiran mereka untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Hal yang sama dapat dikatakan untuk stasiun radio dan televisi komersial MTV, yang tidak pernah menayangkan lagu-lagunya yang mungkin membakar telinga para kritikusnya.

Kritik Pada Pemerintahan Amerika

Hal ini dapat dibandingkan dengan Green Day dengan kata-kata sarkastik atau snarky, tetapi jika NOFX tidak, segera muncul hidungnya pada orang-orang yang mengkritiknya. Kritik yang sering diutarakan dalam lagu-lagu NOFX berkaitan dengan rasisme, perang dan tentunya pemerintah negara anda. Dapatkah Anda membayangkan lagu mereka “Don’t Call Me White” meskipun dinyanyikan oleh orang kulit putih? Kritiknya terhadap pemerintah AS dalam “The Ideal Government”: “Saya suka menonton perang dari Gedung Putih dan bertanya-tanya bagaimana mereka tidur di malam hari” terdengar terlalu panas bagi pemerintah negara bagian.

Di album “Heavy Petting Zoo” ada tulisan “No thanks to MTV, calm us down”, “No thanks to radio commercials, calm us”. Mereka bisa menjadi sangat idealis karena tidak bergantung pada musik untuk rezeki, mereka menjadikan musik sebagai tempat dimana mereka dapat menyalurkan aspirasi dan ide-ide mereka untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik tanpa campur tangan pihak lain. Mereka secara teratur menghadiri festival band bawah tanah seperti Van’s Warped Tour dan Summer Sonic di Jepang selain konser solo mereka dan dengan band punk lainnya seperti Rancid, Bad Religion, Anti Flag dll.

Konser NOFX Di Jakarta

Aksi NOFX di Jakarta Audience Shake 21 April 2007 di PRJ Arena, Kemayoran. Pada tanggal 21 April 2007, band ini datang ke Jakarta untuk konser, dan ternyata saya tidak melewatkan kesempatan langka untuk melihat mereka secara langsung. Dengan tiket masuk Rs 75.000 dan adegan konser pada saat itu di PRJ Kemayoran Arena, harga tiketnya terlalu murah untuk melihat salah satu pemimpin band punk ini.

Diawali dengan salam “Assalamulikum” El Jefe, penonton pun ikut menari dan berjoget memenuhi alun-alun selama kurang lebih dua jam. Lagu-lagu terbaik mereka dirilis pada saat itu dan saya tidak bisa menahan diri untuk tidak menari dan bernyanyi di depan ribuan orang bersama dengan Fat Mike, El Heave dan Eric Melvin, yang masih bertelanjang dada di konser: ‚ÄúPunk sangat bagus, lil. . Green Day 1996 di SKK yang saya kunjungi.

Artikel Lainnya : Sejarah Terbentuknya Band Legendaris The Rollingstones

Fakta Menarik Dari Konser NOFX Di Jakarta

Semangat yang diusung keduanya hampir sama, hanya dua jok luar dan jok masuk yang berbeda, sedangkan saya menilai performanya sama. Fat Mike juga menyempatkan waktu di sela-sela lagu untuk mengobrol dengan Good Charlotte yang hanya punya waktu seminggu sampai mereka tampil di Jakarta di Mama’s Boy..ha..ha.ha.ha. Namun ada kesan buruk dari pihak panitia, seolah-olah panitia tidak bertanggung jawab dan meninggalkan uang hasil penjualan tiket di hotel tanpa imbalan, sesuai kesepakatan. Jadi mereka mendanai konser mereka di Jakarta dengan transportasi, akomodasi, dll.

Di tengah masalah ini, band lokal Bali Superman Is Dead, penggemar mereka, membantu mereka mengatur konser berikutnya di Bali untuk mengumpulkan dana. SID sudah lebih dulu membentuk NOFX sebagai band model, dan sebelum dikenal dengan lagu-lagunya, SID memainkan lagu-lagu NOFX dalam konser. Dari kasus saat konsernya dikumpulkan oleh panitia penyelenggara konsernya, dapat disimpulkan bahwa mereka tidak menyelidiki masalah ini dan mengerti bahwa panitia mungkin membutuhkan uang … heh … heh. .

Sebagai imbalan atas kebaikan SID, mereka merekomendasikan SID untuk mengikuti tur Van’s Warped di beberapa kota AS pada tahun 2009, sehingga SID akhirnya bisa masuk ke Amerika sebagai artis dalam tur konser dengan NOFX, Anti Flag dan band-band punk. atas Amerika. Hal ini terlihat dalam lirik salah satu lagunya, “The Ideal Government”, yang sarat dengan kritik terhadap pemerintah Amerika tentang perang, korupsi, dan kebebasan berbicara. Benar-benar semangat pemberontakan yang tidak akan pernah mati. Anda bisa melihatnya di salah satu lagunya yang berjudul Ideal Government.